Kesimpulannya, pada tahap awal merekrut: Pahami bahwa kita bisa merekrut SIAPA SAJA. Jangan ragu untuk memprospek SIAPA SAJA. Pada tahap awal, jangan mengkotak-kotakkan prospek, siapa pun bisa masuk dan menjalankan bisnis ini. Penyaringan kita lakukan di tahap berikutnya, bukan pada saat merekrut ya!
Kedua: Presentasi bisnis saat merekrut harus mencakup keseluruhan hal dalam bisnis yang Anda tawarkan: profil perusahaan, produk -jenis dan fungsi, jenjang karir, sistem pembagian bonus, dan dukungan dari grup bisnis serta perusahaan induk. Jangan lupa kupas sedikit tentang cara menjalankan bisnis ini.
Presentasi bisnis bisa Anda lakukan melalui media apa saja: tatap muka, online, webinar atau audio-visual menggunakan bantuan CD/DVD/video. Tugas kita adalah memastikan bahwa prospek sudah mendapatkan keseluruhan informasi penting dalam tahap pertama ini.
Ketiga: Follow Up. Proses ini merupakan perpanjangan dari presentasi. Lakukan hal ini maksimal 2×24 jam setelah prospek mendapatkan informasi pertama via presentasi. Tidak ketinggalan, tetap lakukan follow up setiap dua mingguan atau bulanan. Beri mereka informasi-informasi terbaru tentang bisnis atau kemajuan Anda pribadi dalam bisnis MLM yang Anda tekuni. Sebisa mungkin, manfaatkan media sosial dan jejaring sosial yang sedang marak. Jadilah teman mereka agar prospes follow up terasa ringan dan menyenangkan.
Keempat: Ikhlaskan
. Maksud dari tahap ini adalah biarkan, bebaskan prospek untuk memilih. Biarkan mereka berkata “YA” dan “TIDAK” tanpa tekanan apa pun dari Anda. Ingat, meski bisnis ini sempurna untuk siapa saja, tapi tidak semua orang akan mau menjalankannya.
Bila prospek setuju untuk bergabung, segera daftarkan dan lakukan pelatihan awal [getting started] dan bila tidak, ikhlaskan
. Anda bisa segera mencari prospek-prospek baru, bukan?
Saya ingatkan sekali lagi, tugas Anda dalam proses merekrut adalah BUKAN merekrut kandidat terbaik [kita tidak akan pernah tahu tentang ini sampai mereka benar-benar fokus menjalankan bisnisnya kan?]. Tugas Anda adalah membuat list sebanyak-banyaknya dan memprospek sebanyak-banyaknya dan segera mengeluarkan mereka yang menolak untuk bergabung agar energi Anda bisa dialihkan pada prospek-prospek baru. Itu saja…
Nah, selamat merekrut
Sukses ya!
Salam, Andinie Sunjayadi


September 12th, 2011
Andinie Sunjayadi
Posted in
Tags: 







