Pelajaran dari Proses Prospekting dan Sponsoring

Pelajaran dari Proses Prospekting dan Sponsoring | mlm4bunda.com

Ada banyak hal yang bisa kita petik dari proses prospekting dan sponsoring member baru.

Beberapa poin dibawah ini adalah hasil pengalaman saya :)

#1. Ungkapkan Tentang Diri Kita, Apa Adanya dan Santailah…

Nyawa dalam bisnis MLM adalah merekrut. Kita butuh merekrut orang baru setiap saat, sejak kita memulai bisnis ini hingga kita sudah ada di level karir yang tinggi sekalipun.

Banyak orang baru yang merasa alangkah akan mudah bagi para leader untuk merekrut, sebab pasti orang sudah percaya dan melihat buktinya. Tapi buat yang baru mulai bagaimana? Kita belum punya penghasilan yang memadai dan pengalaman leadership yang mumpuni. Bagaimana bisa merekrut orang dalam kondisi seperti ini? Apakah kita harus berbohong? Berpura-pura sudah sukses?

Tidak!

Jadilah diri kita apa adanya. Santai saja saat kita ketahuan prospek melakukan kesalahan atau mendadak tidak tahu harus bagaimana. Dalam bisnis MLM, setiap orang memang belajar dari awal lagi. Itulah sebabnya setiap orang bisa masuk dan menjajal bisnis ini, sebab diperbolehkan untuk melakukan kesalahan :)

Bersama upline leader Anda, dan bersama tim management di perusahaan Anda, kita perlahan akan belajar cara menjalankan dan mengelola bisnis ini kok.

Jadi, ciptakan pribadi yang terbuka dan jujur. Lakukanlah prospekting dan sponsoring secara rileks. Bila ada ilmu yang belum dikuasai, libatkan sponsor leader Anda atau tim management di perusahaan untuk mengajari Anda.

#2. Tidak Perlu Menekan atau Memaksa Orang Untuk Bergabung

Meski merekrut adalah nyawa di bisnis ini, lakukanlah dengan anggun. Tugas kita adalah menyebarkan informasi tentang bisnis ini seluas-luasnya agar orang tahu apa keuntungannya bergabung di bisnis kita.

Bicara tentang bisnis MLM adalah bicara tentang impian, tentang jumlah uang yang ingin dimiliki oleh seseorang, tentang kebebasan waktu yang ingin dia nikmati. Inilah alasan kita tidak perlu terlalu ngotot saat menawarkan orang lain untuk bergabung, sebab masing-masing orang memiliki impian sendiri.

Area ini bukan tanggung jawab kita, bukan urusan kita untuk merealisasikannya. Tugas kita hanya menyampaikan dan menawarkan, akhirnya terserah pada masing-masing orang untuk mengambil atau membuang peluang yang kita presentasikan.

#3. Pimpinlah Tim Anda dengan Hati dan Fokus

Saat kita memimpin dengan hati, berfokus pada hal-hal terbaik yang ada dalam tim kita. Menjawab ya dan tidak secara jujur dan membiarkan diri kita yang sebenarnya muncul saat menjalankan bisnis ini, inilah saatnya tim kita akan berkembang dengan pesat.

Bisnis MLM sangat dipengaruhi oleh hubungan yang sangat baik antara leader dan timnya, antara sponsor dan prospeknya. Jadi, tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan berikut bagi diri Anda:

  • Apakah tim Anda mempercayai Anda?
  • Bisakah mereka menjalin hubungan yang baik dengan Anda?
  • Apakah mereka merasa bahwa Anda memahami mereka? Memahami persoalan mereka? Memahami kebutuhan mereka?
  • Apakah mereka merasa Anda mampu membantu mereka meraih kesuksesan yang mereka impikan?
  • Apakah mereka percaya kalau Anda akan berkomitmen untuk membantu hingga mereka sukses?
  • Apakah mereka yakin bisa mencapai kesuksesan yang ditawarkan oleh bisnis ini?

Perbaiki sikap Anda, perbaiki keterampilan pribadi dan kepemimpinan Anda agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dengan baik.

Perkembangan bisnis Anda di dunia MLM sangat dipengaruhi oleh kemampuan Anda menjawab keraguan-keraguan  diatas lho!

#4. Sponsori Kelemahan Anda

Maksudnya?!

Setiap orang memiliki kelemahan. Bekerja dalam bisnis MLM tidak berarti Anda harus menutupi kekurangan-kekurangan Anda dan berpura-pura jadi orang hebat.

Salah satu kehebatan bisnis MLM, menurut saya, adalah kesempatan yang terbuka luas bagi kita untuk tumbuh. Setiap hari menjadi pribadi yang lebih baik asalkan mau belajar. Kita bisa saling berbagi dengan anggota tim: kelemahan kita mereka tutupi dan kelemahan mereka kita tutupi.

Masing-masing mengupayakan hal terbaik yang bisa diberikannya, tanpa perlu menjadi sempurna seketika.

Selamat bekerja sama dengan tim bisnis Anda ya :)

Sukses ya!

Salam, Andinie Sunjayadi

Baca juga artikel menarik ini:

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Pelajaran dari Proses Prospekting dan Sponsoring”

  1. Kiem Hwa says:

    saya sangat berterimakasih sudah dapat menemukan dan membaca artikel yg anda share kan. ini menambah wawasan dan kiat2 saya dalam menjalankan bisnis jaringan yg baru saja saya ikuti.
    bisakah saya mendapatkan info lain ke email saya??

    Sukses selalu

  2. ownermlm4bunda says:

    hai kiem hwa,

    salam hangat dari saya. sama2 ya, saya juga berterima kasih, kamu sudah mampir dan membaca. sayang saya belum memasang feedburner/RSS feed di blog ini. akan segera saya pasang dan invite kamu untuk bergabung. sukses selalu untuk bisnis jaringanmu ya :)

  3. dinna says:

    seneng banget mbak bisa nemu web mbak..gak bosan bacanya,moga-moga bisa aku praktikan semua.bacaan wajib nih untuk tim saya.:-)

  4. ownermlm4bunda says:

    salam ya mbak dinna, semoga sukses bisnismu. kita satu grup, satu bisnis. saling mendoakan yaa :-) *hug*

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery. | Thanks to CD, Savings Account and Free WordPress Themes