Bagaimana, sih, Cara Memotivasi Downline?

June 16th, 2010 by | Filed under Leadership dan Training, Prospek dan Downline, Tips MLM.

Dalam bisnis MLM, memotivasi downline termasuk dalam daftar pekerjaan kita. Masih bingung bagaimana cara memberi motivasi yang manjur?

Berikut pakar MLM berbagi rahasia…

“Memimpin dengan memberikan contoh, ini adalah cara terbaik untuk memotivasi downline kita, tim bisnis kita. Tapi ingat, memberikan contoh tidak berarti kita bersikap seperti cheerleader atau senantiasa menemani si downline ya!”

Maksud dari memberikan contoh adalah selalu membantu mengarahkan si downline/tim cara untuk fokus membangun bisnis, membantu mereka memahami poin apa saja yang bisa meningkatkan kesuksesan, dan cara menduplikasi usaha/kerja kita, sebagai upline.

Memberikan contoh juga berarti membangun relasi yang baik, menanamkan kesabaran, menjadi mentor dan menyemangati mereka. Pemahaman akan karakter masing-masing downline akan sangat membantu kita untuk menyesuaikan cara kerja sama yang terbaik.

Meskipun MLM terkenal sebagai “bisnis relasi”, tapi sesungguhnya ini adalah bisnis kepemimpinan (leadership business). Seorang pemimpin tidak diukur dari sebanyak apa pengikut yang dimilikinya, tapi sebanyak apa pengikut yang terinspirasi olehnya.

Bila Anda adalah seorang pebisnis MLM, penting sekali untuk memahami kunci-kunci sukses dalam bisnis ini. Meraih penghasilan yang tinggi dan mendapatkan kebebasan finansial  erat kaitannya dengan hubungan yang Anda jalin dengan para downline, besarnya motivasi mereka, kesetiaan pada tim, dan duplikasi.

Mari kita bahas satu-persatu poin-poin diatas:

Relasi Pertemanan

Pada mulanya, kebanyakan orang bergabung dengan dengan bisnis MLM karena alasan uang. Memang biasanya motif ini yang dikedepankan saat sponsor melakukan presentasi.

Namun faktanya, dalam bisnis MLM kita akan dihimbau untuk selalu melakukan aktivitas rekrut-rekrut-rekrut dan pendekatan personal dengan member baru kita. Tambahan, saat akan melakukan follow-up, kita juga senantiasa diminta oleh upline/sponsor untuk melakukan follow-up yang personal, bukannya via autoresponder (bagi yang melakukan bisnis MLM secara online).

Saran-saran diatas bukan tanpa alasan, sebab bisnis MLM memang  bisnis pertemanan. Kedekatan hubungan personal menjadi titik terpenting dalam bisnis ini.

Hubungan baik sudah harus mulai diciptakan sesaat setelah kita bertemu prospek. Setelah mereka bergabung dalam tim, kita harus berupaya mengenali satu persatu anggota tim kita dan memberikan penghargaan atas kehadiran mereka dalam bisnis ini. Pendekatan semacam ini biasanya manjur untuk memotivasi grup kita agar tetap tekun dan fokus.

Loyalitas

Seringnya, mereka yang bergabung di bisnis MLM hanya untuk menghasilkan uang dan mengabaikan sisi pertemanan akan cepat pergi dari bisnis ini. Memahami bisnis MLM adalah menyadari bahwa kesetiaan terhadap tim menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan.

Maksudnya adalah, sebagai seorang leader, kita harus menanamkan pondasi kesetiaan ini pada downline-downline kita, sampai mereka mandiri, mampu menduplikasi sistem loyalitas ini serta menjadi mentor bagi tim mereka masing-masing.

Duplikasi

Duplikasi memiliki arti: Kita memiliki satu sistem bisnis yang sederhana, sistem pelatihan dan pemasaran yang mudah untuk ditiru serta fasilitas yang memadai untuk melakukan follow-up dan membangun relasi pertemanan.

Arti lainnya adalah: Sistem kepemimpinan yang siap membantu member-member baru untuk melakukan prospekting, pertemuan dan berkomunikasi, hingga akhirnya mampu memotivasi para downline untuk meniru gaya bisnis kita.

Dalam bisnis MLM, kemampuan dan kemauan duplikasi adalah kunci sukses. Sekuat mungkin, bangunlah kemampuan Anda untuk mendorong downline-downline Anda melakukan duplikasi.

Keyakinan

Sekali saja kita mampu membuktikan bahwa kesuksesan dalam bisnis MLM adalah SESUATU YANG MUNGKIN, kita telah menanamkan keyakinan yang sangat penting pada downline kita untuk meraih kesuksesan.

Karena itu, berusahalah untuk menarik dan mengajak grup Anda dalam pertemuan dengan leader dan membuka sesi-sesi konsultasi agar downline Anda terbuka dan termotivasi untuk terus.

Tanggung Jawab

Bagaimana kira-kira cara kita bisa menanamkan di benak downline untuk bertanggung jawab atas kesuksesan mereka sendiri?

Mungkin kalimat ini dapat menggugah mereka: “Bila Anda sukses di bisnis ini, sebenarnya bukan karena saya, tapi karena Anda sendiri. Dan bila Anda gagal, itu juga bukan karena saya, tapi karena Anda sendiri”

Tapi kita sadari bahwa tidak tidak setiap orang akan mempan dinasehati seperti itu. Ada orang-orang tertentu yang harus dibantu dan dimotivasi dengan sangat kuat agar tetap tekun. Tugas kitalah, sebagai sponsor, untuk melakukannya.

Intinya, setiap individu butuh pendekatan kepemimpinan yang berbeda. Maka bantulah hingga mereka mampu menduplikasi dan memimpin grup mereka sendiri.

Dan segera, kesuksesan akan kita raih!

:: Enjoy you MLM pathway, never give up! ::
Photobucket

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply